Foto: Mokkie (CC BY-SA 3.0) via Wikimedia Commons
Cara merawat lidah mertua yang paling penting cuma satu: jangan terlalu sering disiram. Siram hanya saat media tanam sudah kering sampai ke bawah, pakai pot berlubang dengan media yang cepat kering, lalu letakkan di tempat terang tanpa sinar matahari siang yang menyengat. Kalau tiga hal ini beres, lidah mertua hampir tidak butuh perhatian lain.
Panduan ini merangkum seluruh perawatan lidah mertua dari awal: mengenal jenisnya, memilih pot dan media, jadwal siram, cahaya, pupuk, ganti pot, cara memperbanyak, sampai membaca gejala daun yang bermasalah.
Ringkasan:
- Siram hanya kalau media sudah kering total. Di dalam ruangan biasanya cukup 1–3 minggu sekali, tergantung cuaca dan ukuran pot.
- Pakai pot berlubang dan media porous (tanah dicampur sekam bakar, pasir malang, atau pumice). Air yang menggenang adalah penyebab utama busuk akar.
- Paling subur di tempat terang tidak langsung atau semi teduh. Tahan ruangan redup, tapi pertumbuhannya lambat dan corak kuningnya bisa memudar.
- Pupuk sedikit saja, sebulan sekali saat sedang aktif tumbuh, ikuti dosis di label kemasan.
- Daunnya beracun ringan bagi kucing dan anjing. Taruh di tempat yang tidak dijangkau hewan peliharaan.
Mengenal Lidah Mertua Sebelum Merawatnya
Lidah mertua adalah tanaman berdaun tebal, tegak, dan berujung runcing. Nama ilmiah yang paling dikenal adalah Sansevieria trifasciata. Para ahli botani kini menggolongkannya ke genus Dracaena, jadi di beberapa sumber Anda akan menemukan nama Dracaena trifasciata. Tanamannya sama.
Daun lidah mertua menyimpan air seperti sukulen. Akarnya tumbuh dari rimpang (batang di bawah tanah) yang juga menyimpan cadangan air. Inilah sebabnya tanaman ini tahan lupa disiram berminggu-minggu, tapi cepat busuk kalau medianya basah terus. Kalau Anda sudah pernah merawat tanaman di kategori sukulen dan kaktus, logikanya mirip.
Jenis lidah mertua yang sering dijual
Perawatan semua jenis pada dasarnya sama. Bedanya ada di ukuran, bentuk daun, dan kebutuhan cahaya untuk menjaga warna.
| Jenis | Ciri | Catatan perawatan |
|---|---|---|
| Laurentii | Daun tinggi bercorak hijau tua dengan tepi kuning | Butuh cukup terang agar tepi kuning tetap tegas. Perbanyak dengan pemisahan anakan, bukan stek daun. |
| Trifasciata hijau biasa | Daun tinggi bercorak loreng hijau, tanpa tepi kuning | Paling tahan banting, cocok untuk pemula dan ruangan agak redup. |
| Moonshine | Daun lebar berwarna hijau keperakan | Warna perak lebih cerah di tempat terang tidak langsung. |
| Hahnii (lidah mertua mini) | Pendek, daun membentuk roset seperti mangkuk | Cocok di meja. Hati-hati air tertampung di tengah roset, bisa memicu busuk. |
| Cylindrica | Daun bulat silinder, tumbuh tegak seperti tombak | Sangat hemat air. Siram lebih jarang daripada jenis berdaun pipih. |
Memilih Pot dan Media Tanam yang Tepat
Sebagian besar lidah mertua yang mati di tangan pemula bukan karena kurang dirawat, tapi karena medianya menahan air terlalu lama. Pot dan media adalah fondasi semua perawatan berikutnya.
Pot
- Wajib ada lubang drainase. Pot keramik cantik tanpa lubang sebaiknya dipakai sebagai pot luar (cover pot) saja, lalu tanaman ditanam di pot plastik berlubang di dalamnya.
- Ukuran pas, jangan kebesaran. Pot yang terlalu besar berisi banyak media yang lama keringnya. Pilih pot yang hanya sedikit lebih lebar dari gumpalan akar.
- Pot tanah liat (terakota) membantu media lebih cepat kering karena dindingnya menyerap air. Pilihan bagus kalau Anda cenderung rajin menyiram.
- Lidah mertua besar cenderung berat di atas. Pot yang alasnya lebar dan berat membantu tanaman tidak mudah roboh.
Media tanam
Prinsipnya: gembur, porous, dan cepat membuang air. Anda bisa memakai media siap pakai untuk kaktus dan sukulen, atau meracik sendiri. Contoh campuran yang umum dipakai:
- 1 bagian tanah taman atau tanah kompos
- 1 bagian sekam bakar atau cocopeat yang sudah dicuci
- 1 bagian bahan kasar: pasir malang, pumice, perlit, atau kerikil kecil
Perbandingan di atas hanya titik awal. Kalau Anda tinggal di daerah lembap atau menaruh tanaman di ruangan ber-AC yang jarang kena matahari, tambah porsi bahan kasarnya. Hindari tanah liat murni atau tanah sawah yang padat saat basah.
Cara Menyiram Lidah Mertua (dan Jadwalnya)
Penyiraman berlebihan adalah penyebab kematian lidah mertua yang paling sering. Tanaman ini jauh lebih tahan kekeringan daripada kebasahan. Kalau ragu, tunda menyiram beberapa hari.
Cara mengecek kapan harus menyiram
- Tusukkan jari atau tusuk sate kayu ke media sampai hampir dasar pot.
- Cabut dan lihat. Kalau masih ada tanah lembap menempel atau terasa dingin-basah, belum waktunya menyiram.
- Kalau keluar bersih dan kering, angkat pot. Pot yang terasa jauh lebih ringan dari biasanya juga tanda media sudah kering.
- Siram perlahan di permukaan media sampai air keluar dari lubang bawah pot.
- Buang air yang tertampung di tatakan setelah 15–30 menit. Jangan biarkan pot berdiri di genangan.
Siram ke media, bukan ke tengah daun. Pada jenis berbentuk roset seperti Hahnii, air yang tertahan di pangkal daun bisa memicu busuk.
Perkiraan frekuensi menyiram
Angka di bawah hanya patokan kasar. Yang menentukan tetap hasil cek media, karena ukuran pot, jenis media, dan suhu ruangan sangat berpengaruh.
| Kondisi | Perkiraan jarak menyiram |
|---|---|
| Dalam ruangan ber-AC atau redup | Sekitar 2–4 minggu sekali |
| Dalam ruangan terang, dekat jendela | Sekitar 1–2 minggu sekali |
| Teras atau luar ruangan semi teduh, musim kemarau | Sekitar 1 minggu sekali |
| Luar ruangan saat musim hujan | Sering kali tidak perlu disiram. Lindungi dari hujan deras terus-menerus. |
| Tanaman baru dipindah pot atau baru dipotong akarnya | Tunggu sekitar 1 minggu sebelum siraman pertama agar luka akar mengering |
Kebutuhan Cahaya dan Tempat yang Cocok
Lidah mertua terkenal tahan di ruangan redup, dan itu benar. Tapi tahan bukan berarti tumbuh baik. Di tempat yang terlalu gelap, daun baru lambat muncul, tumbuh kurus, dan jenis bercorak seperti Laurentii bisa kehilangan warna kuningnya.
- Paling ideal: ruangan terang dengan cahaya tidak langsung, misalnya 1–2 meter dari jendela, atau teras beratap yang terang.
- Masih aman: ruangan dengan cahaya sedang atau lampu ruangan. Kurangi frekuensi menyiram karena media lebih lama kering.
- Perlu adaptasi: matahari langsung. Lidah mertua bisa tumbuh di luar ruangan, tapi tanaman yang lama di dalam rumah lalu langsung dijemur siang hari bisa mengalami daun gosong berwarna cokelat pucat. Pindahkan bertahap, mulai dari matahari pagi.
- Hindari: embusan langsung AC atau kipas angin terus-menerus, dan sudut lembap tanpa sirkulasi udara.
Soal suhu, iklim tropis Indonesia umumnya cocok. Tanaman ini tidak tahan dingin di bawah sekitar 10°C, jadi perlu perhatian hanya kalau Anda tinggal di dataran tinggi yang sangat dingin di malam hari. Butuh ide tanaman lain untuk sudut rumah yang sama? Lihat koleksi kami di kategori tanaman indoor.
Pemupukan: Sedikit Saja Sudah Cukup
Lidah mertua bukan tanaman yang rakus pupuk. Pupuk berlebihan justru bisa membuat ujung akar terbakar dan daun tumbuh lemas.
- Jenis pupuk: pupuk tanaman hias daun yang seimbang (NPK seimbang), pupuk khusus sukulen, atau pupuk organik seperti kompos matang dan pupuk kandang yang sudah terfermentasi.
- Frekuensi: sekitar sebulan sekali saat tanaman sedang aktif mengeluarkan tunas. Di ruangan redup yang pertumbuhannya lambat, cukup 2–3 bulan sekali.
- Dosis: ikuti dosis di label kemasan. Banyak perawat tanaman sengaja memakai larutan yang lebih encer dari anjuran untuk lidah mertua, karena kebutuhannya rendah.
- Kapan jangan memupuk: saat tanaman baru pindah pot, sedang sakit atau busuk, dan saat media masih sangat basah.
Kapan dan Cara Mengganti Pot
Lidah mertua senang akarnya agak sesak, jadi tidak perlu sering ganti pot. Rata-rata cukup tiap 2–3 tahun, atau lebih lama kalau pertumbuhannya lambat. Tanda sudah waktunya pindah pot:
- Akar atau rimpang keluar dari lubang drainase atau muncul di permukaan.
- Pot plastik menggembung atau pot keramik retak karena desakan rimpang.
- Air siraman langsung keluar dari bawah tanpa meresap, karena pot sudah penuh akar.
- Tanaman jadi berat sebelah dan mudah roboh.
Langkah mengganti pot
- Biarkan media kering beberapa hari sebelum dibongkar, agar gumpalan akar mudah dikeluarkan.
- Miringkan pot dan keluarkan tanaman perlahan. Pot plastik yang sesak boleh digunting.
- Rontokkan media lama dan periksa akar. Akar sehat berwarna putih hingga oranye muda dan padat. Potong akar yang hitam, lembek, atau berbau dengan gunting bersih.
- Kalau rumpunnya sudah besar, inilah saat yang tepat untuk memisahkan anakan (lihat bagian perbanyakan di bawah).
- Tanam di pot yang hanya sedikit lebih besar, dengan media baru yang porous. Padatkan secukupnya agar tanaman berdiri tegak.
- Jangan langsung disiram. Tunggu sekitar seminggu di tempat teduh, lalu mulai siram seperti biasa.
Cara Memperbanyak Lidah Mertua
Ada dua cara yang paling mudah untuk pemula. Pilihannya tergantung jenis tanaman Anda.
1. Memisahkan anakan (paling cepat dan aman)
Lidah mertua yang sehat akan mengeluarkan tunas baru dari rimpang di sekitar induknya. Saat ganti pot, pisahkan anakan yang sudah punya beberapa helai daun dan akar sendiri. Potong rimpang penghubungnya dengan pisau bersih, angin-anginkan potongan beberapa jam sampai lukanya kering, lalu tanam di pot terpisah.
Cara ini wajib dipakai untuk jenis bertepi kuning seperti Laurentii. Menurut Iowa State University Extension, warna tepi kuning pada jenis seperti Laurentii akan hilang kalau diperbanyak lewat stek daun, sehingga pemisahan rumpun adalah cara untuk mempertahankan coraknya.
2. Stek daun (murah, tapi lama)
- Pilih daun tua yang sehat dan tegak. Potong dekat pangkal.
- Potong daun menjadi beberapa bagian sepanjang kira-kira 7–10 cm.
- Tandai mana ujung bawah (yang dulu lebih dekat ke pangkal). Stek yang ditanam terbalik tidak akan berakar. Trik mudah: buat potongan miring berbentuk V di ujung atas.
- Diamkan potongan 1–2 hari sampai lukanya kering.
- Tancapkan ujung bawah sedalam 2–5 cm ke media lembap yang porous, misalnya pasir dicampur sekam bakar atau perlit.
- Letakkan di tempat terang tidak langsung. Jaga media lembap tipis, jangan becek.
- Bersabar. Tunas baru umumnya baru terlihat di pangkal stek setelah sekitar dua bulan.
Stek daun juga bisa diakarkan di air, cukup bagian bawahnya yang terendam dan airnya diganti beberapa hari sekali. Setelah akarnya cukup panjang, pindahkan ke media tanam.
Daun Lidah Mertua Bermasalah: Gejala, Penyebab, dan Solusinya
Daun lidah mertua adalah alat diagnosis terbaik Anda. Hampir semua masalahnya bisa dibaca dari bentuk dan warna daun. Gunakan tabel ini sebelum panik.
| Gejala | Kemungkinan penyebab | Yang perlu dilakukan |
|---|---|---|
| Daun lembek, layu, atau terkulai, media masih basah | Kelebihan air, awal busuk akar | Stop menyiram. Bongkar dan cek akar. Potong yang busuk, tanam ulang di media kering yang porous. |
| Pangkal daun cokelat kehitaman, berair, berbau | Busuk pangkal atau busuk rimpang | Buang daun yang busuk. Selamatkan bagian rimpang dan daun yang masih keras dengan menanam ulang atau menjadikannya stek. |
| Daun menguning dari bawah dan terasa lunak | Media terlalu basah, pot tanpa drainase | Pindah ke pot berlubang, ganti media, dan perpanjang jarak menyiram. |
| Daun keriput, tipis, dan melengkung, media kering kerontang | Kekurangan air dalam waktu lama | Siram sampai tuntas. Daun biasanya kembali lebih padat dalam beberapa hari sampai seminggu. |
| Ujung daun cokelat dan kering | Siraman tidak teratur, sisa pupuk menumpuk, atau daun pernah patah | Rapikan ujung yang kering dengan gunting bersih mengikuti bentuk daun. Perbaiki pola siram, kurangi pupuk. |
| Bercak cokelat pucat atau putih seperti terbakar | Terbakar sinar matahari langsung yang mendadak | Pindahkan ke tempat terang tidak langsung. Bercak tidak akan pulih, tapi daun baru akan normal. |
| Daun baru kurus, panjang, dan miring ke satu arah | Kekurangan cahaya | Pindahkan ke tempat lebih terang secara bertahap, dan putar pot sesekali. |
| Tepi kuning Laurentii memudar menjadi hijau | Cahaya terlalu redup, atau tanaman berasal dari stek daun | Beri cahaya lebih terang. Kalau hasil stek daun, warnanya memang tidak akan kembali. |
| Daun roboh atau rebah meski tidak lembek | Tanaman terlalu tinggi untuk potnya, pot terlalu ringan, atau kurang cahaya | Pakai pot lebih berat dan lebar, ikat sementara dengan tali lunak, dan beri cahaya lebih. |
| Ada kapas putih atau bintik di pangkal daun | Hama kutu putih (mealybug) atau kutu sisik | Bersihkan dengan kapas basah atau sikat lembut. Serangan berat: pakai insektisida untuk tanaman hias, ikuti dosis di label kemasan. |
Menyelamatkan lidah mertua yang busuk akar
- Keluarkan tanaman dari pot dan buang semua media basah.
- Cuci akar dengan air bersih agar terlihat jelas mana yang sehat dan mana yang busuk.
- Potong semua akar dan rimpang yang hitam, lembek, atau berbau. Bersihkan gunting setiap selesai memotong bagian busuk.
- Angin-anginkan di tempat teduh 1–2 hari sampai luka potongan kering.
- Tanam di media baru yang kering dan porous. Tunggu sekitar seminggu sebelum menyiram.
- Kalau akarnya sudah habis membusuk, potong bagian daun yang masih keras dan sehat, lalu perbanyak sebagai stek.
Jadwal Perawatan Lidah Mertua
Ingin rutinitas yang sederhana? Gunakan checklist ini. Semuanya bisa dikerjakan dalam beberapa menit.
| Kapan | Yang dikerjakan |
|---|---|
| Tiap minggu | Cek kelembapan media dengan jari atau tusuk sate. Siram hanya kalau sudah kering total. |
| Tiap 2 minggu | Lap debu di daun dengan kain lembap agar daun tetap bisa menyerap cahaya. Putar pot seperempat putaran. |
| Tiap bulan | Beri pupuk dosis rendah saat tanaman sedang aktif tumbuh. Periksa pangkal daun dari hama. |
| Tiap 3 bulan | Buang daun tua yang rusak atau mengering dari pangkalnya. Cek lubang drainase tidak tersumbat. |
| Tiap 2–3 tahun | Ganti pot dan media, sekaligus pisahkan anakan kalau rumpun sudah padat. |
Kesalahan Umum Saat Merawat Lidah Mertua
- Menyiram berdasarkan jadwal tetap, bukan kondisi media. Menyiram tiap dua hari “supaya segar” adalah jalan tercepat menuju busuk akar.
- Menanam di pot tanpa lubang. Air yang tidak bisa keluar akan menggenang di dasar pot tanpa terlihat dari atas.
- Memakai pot yang terlalu besar. Media berlebih menahan air terlalu lama di sekitar akar.
- Langsung menjemur tanaman indoor di bawah matahari siang. Daun bisa terbakar dalam satu hari.
- Memupuk tanaman yang sedang sakit. Tanaman yang busuk akar tidak bisa menyerap pupuk, dan pupuk justru memperparah kerusakan.
- Memperbanyak Laurentii lewat stek daun lalu heran warnanya hijau semua. Pakai pemisahan anakan untuk mempertahankan tepi kuning.
Aman untuk Rumah dengan Kucing atau Anjing?
Perlu hati-hati. Lidah mertua mengandung saponin dan tercantum sebagai tanaman beracun bagi kucing dan anjing dalam daftar ASPCA Animal Poison Control. Gejala yang tercatat bila termakan antara lain mual, muntah, dan diare.
Letakkan tanaman di rak tinggi atau ruangan yang tidak dimasuki hewan peliharaan, dan bersihkan potongan daun setelah memangkas. Kalau hewan Anda terlihat memakan daunnya dan muncul gejala seperti muntah berulang, lemas, atau tidak mau makan, segera bawa ke dokter hewan. Jauhkan juga dari jangkauan anak kecil, dan cuci tangan setelah memotong daun karena getahnya bisa mengiritasi kulit sensitif.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa kali lidah mertua disiram dalam seminggu?
Lidah mertua tidak perlu disiram tiap minggu. Di dalam ruangan, umumnya cukup 1–3 minggu sekali, tergantung cahaya, suhu, dan ukuran pot. Patokan yang paling aman adalah mengecek media: siram hanya kalau sudah kering sampai ke bawah.
Apakah lidah mertua boleh diletakkan di kamar tidur?
Boleh. Lidah mertua termasuk tanaman yang tahan cahaya rendah sehingga cocok sebagai hiasan kamar. Pastikan kamar masih mendapat cahaya alami dari jendela, dan jangan menaruhnya di jalur embusan AC.
Kenapa lidah mertua tidak tumbuh tunas baru?
Penyebab paling umum adalah cahaya yang terlalu redup. Tanaman di ruangan gelap bisa bertahan lama tanpa tumbuh. Pindahkan ke tempat yang lebih terang dan beri pupuk ringan saat mulai terlihat aktif. Pot yang terlalu besar juga bisa membuat tanaman sibuk mengisi akar dulu sebelum mengeluarkan tunas.
Apakah lidah mertua bisa ditanam di air?
Bisa, terutama untuk stek atau tanaman kecil. Rendam hanya bagian pangkal, jangan seluruh daun, dan ganti air secara rutin agar tidak keruh dan berbau. Untuk pertumbuhan jangka panjang, tanaman di media tanam porous umumnya lebih kokoh.
Apakah lidah mertua bisa berbunga?
Bisa, meski tidak sering. Tanaman dewasa yang sehat dan cukup cahaya kadang mengeluarkan tangkai bunga kecil berwarna putih kehijauan yang harum. Setelah berbunga, daun tempat tangkai itu tumbuh biasanya tidak memanjang lagi, tapi rumpun tetap tumbuh lewat anakan baru.
Merawat lidah mertua pada dasarnya soal menahan diri: siram lebih jarang dari yang Anda kira, beri media yang cepat kering, dan cukupkan cahayanya. Mulai dari pot dan media yang benar, cek media sebelum menyiram, lalu biarkan tanaman bekerja sendiri. Artikel lain di seri lidah mertua akan membahas jenis, manfaat, dan cara menanamnya lebih detail, dan semuanya tertaut dari panduan ini.
Disusun oleh Tim Pojok Hijau dan diperiksa silang dengan rujukan hortikultura tepercaya. Cara kami menulis ada di Pedoman Redaksi.