Foto: Dinkum (CC0) via Wikimedia Commons
Jenis lidah mertua yang paling sering dijual di Indonesia bisa dibagi ke empat kelompok besar: daun pipih tinggi (seperti Laurentii dan Moonshine), mini berbentuk roset (Hahnii), daun bulat silinder (Cylindrica), dan daun lebar (Masoniana). Perawatan semuanya mirip, jadi pilihan terbaik lebih ditentukan oleh ukuran ruangan, banyaknya cahaya, dan selera warna Anda.
Artikel ini membantu Anda mengenali ciri tiap jenis, membandingkannya dalam satu tabel, lalu memilih yang paling cocok sebelum membeli.
Ringkasan:
- Hampir semua lidah mertua hias berasal dari beberapa spesies saja. Yang paling banyak variasinya adalah Sansevieria trifasciata (kini bernama Dracaena trifasciata).
- Untuk pojok ruangan yang butuh tanaman tinggi: Laurentii, Black Gold, atau Moonshine. Untuk meja dan rak: Hahnii atau Golden Hahnii.
- Cylindrica dan Boncel paling hemat air dan paling tahan dilupakan.
- Jenis bercorak terang (kuning, perak, putih) perlu ruangan lebih terang agar warnanya tidak memudar.
- Nama dagang di penjual sering tidak seragam. Cocokkan ciri fisik, bukan hanya namanya.
Kenapa Nama Lidah Mertua Sering Membingungkan
Dulu semua lidah mertua masuk genus Sansevieria. Berdasarkan penelitian genetika, para ahli botani kini memasukkannya ke genus Dracaena. Itu sebabnya label tanaman yang sama bisa tertulis Sansevieria trifasciata atau Dracaena trifasciata. Database tanaman NC State Extension misalnya memakai nama Dracaena trifasciata dan mencantumkan Sansevieria trifasciata sebagai nama lamanya.
Di toko tanaman, nama yang Anda temui biasanya adalah nama kultivar (varietas hasil seleksi), misalnya “Laurentii” atau “Moonshine”. Penjual juga sering menyingkatnya menjadi “sansevieria laurentii” atau “lidah mertua moonshine”. Yang penting: kultivar dari spesies yang sama punya kebutuhan perawatan yang hampir identik.
Kelompok 1: Lidah Mertua Daun Pipih dan Tinggi
Ini kelompok yang paling dikenal. Semuanya kultivar Dracaena trifasciata, berdaun pipih, tegak, dan tumbuh berumpun dari rimpang. Pada tanaman dewasa, daunnya bisa mencapai sekitar 120 cm, meski di pot dalam ruangan umumnya lebih pendek.
Laurentii
Jenis paling klasik. Daunnya hijau tua dengan corak loreng zigzag hijau lebih muda, dan bagian tepinya bergaris kuning. Cocok untuk pojok ruang tamu atau samping pintu. Satu hal penting: kalau diperbanyak lewat stek daun, anakannya akan kehilangan tepi kuning. Perbanyak Laurentii dengan memisahkan anakan.
Trifasciata hijau (tanpa tepi kuning)
Corak lorengnya sama seperti Laurentii, tapi seluruh daun hijau tanpa tepi kuning. Paling tahan ruangan redup dan sering jadi pilihan untuk kantor. Di pasaran, jenis ini kadang dijual dengan nama “zeylanica”, padahal zeylanica sebenarnya spesies lain (lihat bagian bawah).
Moonshine
Daunnya lebar, berwarna hijau keperakan pucat dengan tepi hijau tua yang tipis. Tampilannya lembut dan modern, cocok untuk ruangan bergaya minimalis. Butuh tempat terang tidak langsung. Di ruangan terlalu gelap, warna peraknya cenderung menggelap menjadi hijau.
Futura Superba
Versi lebih ringkas dari Laurentii. Daunnya lebih pendek dan lebar, hijau keabuan dengan tepi kuning. Pas untuk Anda yang suka tampilan Laurentii tapi ruangannya tidak terlalu luas.
Black Gold
Daun hijau sangat tua, hampir kehitaman, dengan tepi kuning keemasan yang tegas. Kontras warnanya membuat tanaman ini terlihat mewah di pot polos putih atau hitam.
Bantel’s Sensation
Daun ramping hijau tua dengan garis-garis putih memanjang (vertikal). Penampilannya paling “berbeda” di antara kelompok ini. Karena bagian putihnya tidak berklorofil, jenis ini tumbuh lebih lambat dan butuh cahaya lebih terang.
Whitney dan Twisted Sister
Whitney berdaun hijau tua dengan tepi bercorak hijau pucat dan hijau tua. Twisted Sister mudah dikenali dari daunnya yang meliuk dan berputar, dengan warna perpaduan hijau dan kuning keemasan.
Kelompok 2: Lidah Mertua Mini (Hahnii)
Kelompok Hahnii adalah lidah mertua kerdil yang daunnya membentuk roset seperti corong atau mangkuk, mirip sarang burung. Cocok untuk meja kerja, rak buku, dan jendela kecil.
- Hahnii (hijau): roset pendek berisi beberapa helai daun hijau tua bergaris melintang yang lebih pucat.
- Golden Hahnii: versi bercorak kuning keemasan. Tingginya umumnya hanya sekitar 15 cm.
- Silver Hahnii: daun hijau keperakan dengan bintik dan garis hijau tua, seperti foto sampul artikel ini.
Perhatian khusus untuk Hahnii: jangan siram ke tengah roset. Air yang tertampung di pangkal daun bisa memicu busuk. Siram langsung ke media tanam.
Kelompok 3: Lidah Mertua Daun Bulat (Cylindrica)
Daun jenis ini bulat seperti pipa atau tombak, bukan pipih. Nama ilmiah lamanya Sansevieria cylindrica. Spesies ini berasal dari Afrika dan dalam klasifikasi terbaru masuk ke genus Dracaena (sebagian sumber memakai nama Dracaena angolensis).
- Cylindrica biasa: daun panjang tegak seperti tombak. Penjual sering mengepang beberapa daun sebagai hiasan.
- Boncel: daunnya lebih pendek dan gemuk, tumbuh menyebar seperti kipas. Cocok di pot kecil.
Karena permukaan daunnya kecil dan tebal, kelompok ini paling hemat air. Siram lebih jarang dibanding jenis berdaun pipih.
Kelompok 4: Lidah Mertua Daun Lebar dan Spesies Lain
Masoniana (whale fin)
Dracaena masoniana dijuluki “sirip paus” karena biasanya hanya punya satu sampai beberapa helai daun yang sangat lebar. Daunnya hijau tua dengan bercak hijau muda. Asalnya dari Afrika tengah. Tanaman ini tumbuh lambat dan lebih banyak diburu kolektor, jadi harganya umumnya lebih tinggi daripada Laurentii.
Zeylanica
Dracaena zeylanica berasal dari Sri Lanka. Daunnya bercorak garis zigzag hijau gelap dan hijau terang, sekilas mirip trifasciata hijau. Spesies aslinya jarang dibudidayakan, sehingga banyak tanaman berlabel “zeylanica” sebenarnya trifasciata hijau biasa. Untuk perawatan, perbedaannya tidak berarti.
Tabel Perbandingan Jenis Lidah Mertua
Ukuran di bawah adalah gambaran umum tanaman di pot. Cahaya “redup” artinya tanaman bertahan, bukan tumbuh optimal.
| Jenis | Bentuk daun | Ukuran | Kebutuhan cahaya | Cocok untuk |
|---|---|---|---|---|
| Laurentii | Pipih, loreng, tepi kuning | Tinggi | Terang tidak langsung; tahan agak redup | Pojok ruang tamu, samping pintu |
| Trifasciata hijau | Pipih, loreng hijau | Tinggi | Paling tahan redup | Kantor, kamar minim jendela |
| Moonshine | Pipih lebar, hijau keperakan | Sedang | Terang tidak langsung | Ruangan bergaya minimalis |
| Futura Superba | Pipih lebar, tepi kuning | Sedang | Terang tidak langsung | Ruangan sempit, meja konsol |
| Black Gold | Pipih, hijau gelap, tepi emas | Tinggi | Terang tidak langsung | Ruang tamu, lobi |
| Bantel’s Sensation | Pipih ramping, garis putih | Sedang | Terang | Koleksi, dekat jendela |
| Hahnii / Golden / Silver | Roset pendek | Mini | Terang tidak langsung (Golden & Silver lebih butuh terang) | Meja kerja, rak buku |
| Cylindrica | Bulat seperti tombak | Sedang–tinggi | Terang; tahan agak redup | Pemula yang sering lupa menyiram |
| Boncel | Bulat pendek, menyebar | Kecil | Terang | Pot kecil, meja |
| Masoniana | Sangat lebar, sedikit helai | Sedang–tinggi | Terang tidak langsung | Tanaman pajangan, kolektor |
Cara Memilih Jenis Lidah Mertua yang Tepat
Gunakan checklist ini sebelum membeli, berurutan dari yang paling menentukan.
- Ukur tempatnya. Lantai pojok ruangan → jenis tinggi (Laurentii, Black Gold, trifasciata hijau, Cylindrica). Meja atau rak → Hahnii, Boncel, atau Futura Superba.
- Nilai cahayanya. Ruangan tanpa jendela atau jauh dari jendela → trifasciata hijau atau Laurentii. Jenis bercorak perak, putih, dan emas (Moonshine, Bantel’s Sensation, Golden Hahnii) butuh ruangan yang lebih terang.
- Jujur soal kebiasaan menyiram. Sering lupa → Cylindrica atau Boncel. Cenderung rajin menyiram → pilih jenis apa pun, tapi pakai pot terakota dan media porous.
- Perhatikan hewan dan anak. Semua jenis lidah mertua beracun ringan bila termakan. Jenis mini lebih mudah dijangkau, jadi letakkan di rak tinggi.
- Periksa tanamannya, bukan cuma labelnya. Pilih yang daunnya keras dan tegak, pangkal tidak lembek atau berbau, dan tidak ada kapas putih di sela daun. Kalau memungkinkan, intip akarnya lewat lubang pot.
- Sesuaikan anggaran. Laurentii, trifasciata hijau, Hahnii, dan Cylindrica biasanya paling mudah ditemukan dan terjangkau. Masoniana dan kultivar bercorak langka umumnya lebih mahal karena pertumbuhannya lambat.
Kesalahan Umum Saat Membeli Lidah Mertua
- Membeli berdasarkan nama saja. Satu kultivar bisa dijual dengan beberapa nama, dan sebaliknya. Bandingkan ciri daunnya dengan deskripsi di atas.
- Menaruh jenis bercorak terang di sudut gelap. Hasilnya warna memudar dan daun baru tumbuh kurus.
- Menganggap anakan stek pasti sama dengan induknya. Stek daun Laurentii atau Black Gold akan tumbuh tanpa tepi kuning. Kalau penjual menawarkan “bibit stek” jenis bertepi kuning, tanyakan apakah itu anakan rumpun.
- Langsung memindahkan ke pot besar tanpa lubang. Banyak tanaman baru busuk dalam beberapa minggu pertama karena ini.
Apa pun jenis yang Anda pilih, langkah perawatannya bisa diikuti dari panduan lengkap cara merawat lidah mertua. Penasaran apakah tanaman ini benar-benar menyaring udara? Kami sudah memilah klaimnya di artikel manfaat lidah mertua: mana yang terbukti dan mana yang mitos.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Jenis lidah mertua apa yang paling bagus untuk pemula?
Trifasciata hijau, Laurentii, dan Cylindrica paling aman untuk pemula. Ketiganya tahan ruangan yang tidak terlalu terang dan memaafkan kalau Anda lupa menyiram. Yang paling perlu dihindari justru menyiram terlalu sering.
Jenis lidah mertua apa yang cocok untuk meja kerja?
Pilih kelompok Hahnii (Hahnii hijau, Golden Hahnii, atau Silver Hahnii) atau Boncel. Ukurannya kecil dan tumbuhnya lambat, jadi tidak cepat memenuhi meja. Letakkan dekat jendela kalau memungkinkan agar warnanya tetap cerah.
Apa bedanya Laurentii dan Black Gold?
Keduanya bertepi kuning. Laurentii punya corak loreng zigzag hijau terang yang jelas di tengah daun, sedangkan Black Gold berdaun hijau sangat gelap dengan corak yang samar, sehingga tepi emasnya tampak lebih kontras.
Apakah semua jenis lidah mertua dirawat dengan cara yang sama?
Pada dasarnya iya: media porous, pot berlubang, dan siram hanya saat media kering. Perbedaannya kecil. Cylindrica disiram lebih jarang, Hahnii tidak boleh disiram ke tengah roset, dan jenis bercorak terang butuh cahaya lebih banyak.
Kenapa lidah mertua Moonshine saya berubah lebih hijau?
Biasanya karena kurang cahaya. Daun Moonshine cenderung menggelap di ruangan redup. Pindahkan ke tempat terang tidak langsung secara bertahap. Daun lama mungkin tidak kembali pucat, tapi daun baru akan lebih keperakan.
Tidak ada satu jenis lidah mertua yang paling bagus untuk semua rumah. Mulailah dari tempat yang mau Anda isi dan seberapa terang ruangannya, lalu pilih jenis yang ukurannya pas. Kalau masih ragu, Laurentii atau trifasciata hijau hampir selalu jadi awal yang aman.
Baca juga seri Lidah Mertua (Sansevieria)
Disusun oleh Tim Pojok Hijau dan diperiksa silang dengan rujukan hortikultura tepercaya. Cara kami menulis ada di Pedoman Redaksi.