Lidah Mertua Berbunga: Arti, Penyebab, dan Cara Merawatnya

Foto: Mokkie (CC BY-SA 3.0) via Wikimedia Commons

Lidah mertua berbunga ketika tanaman sudah dewasa dan tumbuh dalam kondisi yang pas, dan ini adalah peristiwa yang jarang terjadi di dalam ruangan. Bunganya muncul sebagai tangkai panjang berisi kuntum kecil berwarna krem keputihan sampai kehijauan yang beraroma harum. Kalau lidah mertua Anda tiba-tiba mengeluarkan tangkai bunga, itu bukan pertanda buruk—justru menandakan tanaman cukup matang dan sehat.

Ringkasan:

  • Lidah mertua (Sansevieria/Dracaena trifasciata) memang bisa berbunga, tapi jarang—sering hanya sekali dalam beberapa tahun.
  • Bunganya berupa tangkai tegak dengan kuntum kecil warna krem, putih, atau kehijauan yang harum, dan biasa mekar pada tanaman dewasa.
  • Penyebab yang paling sering disebut: tanaman sudah tua, akar memenuhi pot (agak sempit), serta cahaya yang cukup.
  • Tetesan lengket di tangkai bunga itu normal (nektar), bukan hama—cukup dilap bila mengganggu.
  • Setelah bunga layu, potong tangkainya sampai pangkal karena tangkai yang sama tidak akan berbunga lagi.

Apakah lidah mertua memang bisa berbunga?

Bisa. Lidah mertua adalah tanaman berbunga, meski di dalam rumah banyak pemiliknya tidak pernah melihatnya. Dalam basis data tanaman NParks Singapura, lidah mertua (nama ilmiah kini Dracaena trifasciata, dulu Sansevieria trifasciata) dicatat berbunga dengan keterangan “jarang” dan termasuk tanaman beraroma harum.

Jadi kalau tanaman Anda mengeluarkan tangkai yang tidak biasa dari pangkal daun, itu kemungkinan besar tangkai bunga, bukan anakan atau daun baru. Anakan baru muncul sebagai tunas daun tebal, sementara tangkai bunga lebih ramping, tinggi, dan di ujungnya ada kuntum-kuntum kecil.

Ciri bunga lidah mertua

Supaya tidak keliru, kenali tanda-tanda bunganya. Lembaga hortikultura Inggris RHS menggambarkan bunganya sebagai tandan pendek berisi bunga tabung kecil berwarna hijau-keputihan yang harum.

Bagian Tampilan
Tangkai (malai) Tegak, keluar dari pangkal daun, bisa cukup tinggi
Kuntum bunga Kecil, bentuk tabung dengan benang sari menjuntai seperti rumbai
Warna Krem, putih, sampai kehijauan
Aroma Harum, sering disebut paling tajam menjelang malam
Tetesan Kadang muncul titik-titik lengket (nektar) di sepanjang tangkai

Aroma bunga ini sering digambarkan manis dan menyengat, mirip melati atau vanila. Banyak pekebun melaporkan baunya lebih kuat pada sore hingga malam hari, meski hal ini belum tentu sama di setiap kondisi.

Kenapa lidah mertua tiba-tiba berbunga?

Tidak ada satu pun pemicu pasti yang terbukti lewat penelitian, tapi para pekebun dan sumber hortikultura menyebut beberapa faktor yang hampir selalu hadir saat lidah mertua berbunga. Intinya: tanaman sudah dewasa dan merasa “mapan”.

  1. Tanaman sudah dewasa. Bunga umumnya muncul pada tanaman yang sudah tumbuh beberapa tahun, bukan tanaman muda.
  2. Akar memenuhi pot. Akar yang padat dan agak sempit di dalam pot sering dikaitkan dengan munculnya bunga. Inilah sebabnya lidah mertua dalam pot yang jarang diganti justru lebih berpeluang berbunga.
  3. Cahaya cukup. Cahaya terang (tidak harus matahari langsung seharian) termasuk faktor yang paling sering disebut mendukung pembungaan.
  4. Perawatan stabil. Tanaman yang sehat dan dirawat konsisten lebih siap mengeluarkan energi untuk berbunga.

Perlu dicatat: gagasan bahwa lidah mertua berbunga karena “stres” adalah penjelasan populer di kalangan pekebun, bukan hal yang sudah dibuktikan penelitian ilmiah. Jadi anggap saja bunga sebagai bonus dari tanaman dewasa yang sehat, bukan sesuatu yang bisa dipaksakan dengan menyiksa tanaman.

Arti dan mitos lidah mertua berbunga

Karena jarang terjadi, banyak orang menganggap lidah mertua berbunga sebagai pertanda baik atau keberuntungan. Secara budaya, bunga yang langka memang sering dikaitkan dengan harapan atau rezeki. Namun dari sisi tanaman, artinya sederhana dan tetap menggembirakan: tanaman Anda sudah dewasa, akarnya mapan, dan kondisinya cukup baik untuk berbunga.

Tidak ada bukti bahwa bunga membawa nasib buruk atau menandakan tanaman akan mati. Setelah berbunga, lidah mertua tetap hidup dan bisa terus tumbuh serta beranak seperti biasa.

Tetesan lengket di tangkai bunga, berbahaya tidak?

Saat berbunga, lidah mertua kerap mengeluarkan tetesan bening yang lengket di sepanjang tangkai. Ini umumnya nektar yang keluar dari bunga, jadi wajar dan bukan tanda penyakit. Tetesan ini bisa menempel di lantai atau perabot di sekitarnya.

Yang perlu diwaspadai hanya jika tetesan disertai kutu putih, kutu daun, atau titik-titik hitam berjamur. Kalau hanya cairan bening dari tangkai bunga, cukup lap dengan kain lembap. Kalau mengganggu karena lengket dan menetes ke lantai, Anda boleh memotong tangkai bunganya lebih awal.

Cara merawat lidah mertua yang sedang berbunga

Rawat seperti biasa—jangan tiba-tiba mengubah banyak hal hanya karena ada bunga. Lidah mertua termasuk tanaman tahan kekeringan yang suka cahaya semi-teduh sampai terang, dan hanya butuh sedikit air, sesuai catatan perawatan dari NParks.

  1. Taruh di tempat terang. Cahaya terang tak langsung membantu bunga bertahan lebih lama.
  2. Siram secukupnya. Biarkan media mengering dulu sebelum disiram lagi; lidah mertua lebih takut kelebihan air daripada kekeringan.
  3. Jangan dipindah atau diganti pot. Saat berbunga, hindari repotting karena akar yang terganggu bisa membuat bunga cepat rontok.
  4. Nikmati aromanya. Letakkan di ruang berventilasi baik kalau Anda ingin menikmati wanginya di sore hari.

Untuk panduan menyeluruh mulai dari media tanam, penyiraman, sampai mengatasi daun busuk, baca cara merawat lidah mertua agar subur dan tidak busuk. Kalau Anda ingin memperbanyak tanaman, cara paling mudah bukan dari biji hasil bunga, melainkan lewat anakan dan stek daun.

Haruskah tangkai bunga dipotong?

Setelah bunga mekar dan akhirnya layu, sebaiknya potong tangkai bunga sampai ke pangkal. Tangkai yang sama tidak akan berbunga lagi, dan membiarkannya tetap ada hanya membuat tanaman terlihat berantakan sekaligus menyedot sedikit energi.

Gunakan gunting bersih, lalu potong tangkai mendekati pangkalnya. Daun lidah mertua tidak perlu ikut dipotong. Setelah itu, tanaman akan kembali fokus menumbuhkan daun dan anakan baru.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama sekali lidah mertua berbunga?

Tidak menentu dan bisa hanya sekali dalam beberapa tahun. Banyak tanaman di dalam ruangan bahkan tidak pernah berbunga sama sekali. Karena itu bunga lidah mertua dianggap peristiwa langka.

Apakah lidah mertua berbunga tanda akan mati?

Tidak. Berbeda dengan beberapa tanaman sukulen yang mati setelah berbunga, lidah mertua tetap hidup dan terus tumbuh setelah bunganya layu. Berbunga justru menandakan tanaman sudah dewasa.

Bagaimana cara membuat lidah mertua cepat berbunga?

Tidak ada cara yang dijamin berhasil. Yang bisa Anda lakukan adalah membiarkan tanaman tumbuh dewasa, tidak sering mengganti pot (biarkan akar agak memenuhi pot), dan memberi cahaya yang cukup. Sisanya tergantung kondisi tanaman.

Apakah bunga lidah mertua beracun?

Daun lidah mertua diketahui bisa mengganggu pencernaan hewan peliharaan jika tergigit, jadi jauhkan dari jangkauan kucing atau anjing. Untuk bunganya sendiri, perlakukan sama: nikmati sebagai hiasan, jangan dikonsumsi, dan jauhkan dari mulut anak-anak maupun hewan.

Jadi, kalau lidah mertua Anda berbunga, anggap itu kabar baik: tanaman sudah dewasa dan tumbuh dengan baik. Nikmati tangkai bunga yang harum selama beberapa minggu, lalu potong saat sudah layu agar tanaman kembali rapi dan siap menumbuhkan tunas baru.

Disusun oleh Tim Pojok Hijau dan diperiksa silang dengan rujukan hortikultura tepercaya. Cara kami menulis ada di Pedoman Redaksi.

Terakhir diperbarui: 4 November 2026