Foto: Peter A. Mansfeld (CC BY 3.0) via Wikimedia Commons
Pohon lidah mertua adalah sebutan untuk lidah mertua yang tumbuh tinggi atau punya batang di atas tanah, bukan pohon sungguhan. Jenis yang paling mirip pohon adalah Dracaena arborescens (dulu Sansevieria arborescens), yang batangnya bisa melebihi 60 cm. Lidah mertua biasa tidak berbatang, jadi setinggi apa pun tanamannya, daunnya tetap tumbuh dari dasar.
Ringkasan:
- Lidah mertua tidak punya batang kayu seperti pohon. Yang terlihat seperti batang biasanya daun tebal yang tegak.
- Jenis berbatang yang paling jelas adalah D. arborescens, dengan batang lebih dari 60 cm.
- Jenis paling jangkung lewat daunnya adalah D. angolensis (cylindrica) dan D. stuckyi, sekitar 2 meter.
- Tinggi tanaman terutama ditentukan jenisnya. Perawatan hanya membantu tanaman mencapai ukuran maksimalnya.
- Tanaman tinggi butuh pot berat, media porous, dan cahaya terang agar tidak rebah.
Apa Itu Pohon Lidah Mertua?
Nama ini bukan istilah botani. Penjual dan pencinta tanaman memakainya untuk dua hal yang berbeda: tanaman yang benar-benar punya batang, dan tanaman berdaun sangat panjang yang tampak seperti pohon kecil.
Sejak klasifikasinya diperbarui, semua lidah mertua masuk marga Dracaena. Nama Sansevieria masih dipakai di toko tanaman, tetapi kini dianggap nama lama. Di panduan merawat lidah mertua, kami membahas perawatan dasarnya. Artikel ini fokus pada jenis yang tumbuh tinggi.
Menurut NC State Extension, Dracaena trifasciata, yaitu lidah mertua paling umum, tidak memiliki batang yang terlihat. Daunnya muncul dari roset di pangkal dan rimpangnya menjalar di sekitar permukaan tanah. Jadi, kalau ada iklan yang menjanjikan lidah mertua biasa akan berbatang seperti pohon, janji itu keliru.
Jenis Lidah Mertua yang Paling Mirip Pohon
Berikut lima jenis yang paling sering dikaitkan dengan bentuk tinggi. Nama lama ikut dicantumkan karena nama itulah yang biasanya tertulis di toko.
Dracaena arborescens (Sansevieria arborescens)
Inilah kandidat terkuat untuk sebutan pohon lidah mertua. Nama arborescens merujuk pada batangnya yang tinggi seperti pohon. Batangnya bisa melebihi 60 cm, dengan daun tebal, pipih, dan berdaging yang tersusun di sepanjang batang. Asalnya dari Kenya dan Tanzania.
Dracaena angolensis (Sansevieria cylindrica)
Daunnya bulat seperti tombak, berdiameter sekitar 2,5–3 cm, dan bisa mencapai sekitar 2 meter. Tidak ada batang di sini. Yang tampak seperti batang sebenarnya daun yang tumbuh dari roset di pangkal.
Dracaena stuckyi (Sansevieria stuckyi)
Tingginya bisa sekitar 2 meter, tergantung cahaya dan kelembapan. Jenis ini membentuk batang pendek yang berkelompok di sepanjang rimpang, dan tiap batang menumbuhkan satu atau beberapa daun tegak. Sekilas bentuknya mirip cylindrica, jadi keduanya sering tertukar.
Dracaena hanningtonii (Sansevieria ehrenbergii)
Daunnya tersusun berhadapan seperti kipas dengan panjang 0,5–1,5 meter. Batangnya ada, tetapi pendek, paling panjang sekitar 18 cm. Bentuknya lebih mirip kipas besar daripada pohon.
Dracaena trifasciata (lidah mertua biasa)
Daunnya umumnya 70–90 cm, dan NC State menyebut bisa sampai sekitar 120 cm. Dalam kondisi optimal, tanaman ini bisa melewati 2 meter. Tidak berbatang, tetapi inilah jenis yang paling mudah ditemukan. Variasinya kami bahas di artikel jenis lidah mertua populer.
Tabel Perbandingan Lidah Mertua Tinggi
| Jenis | Punya batang? | Ukuran | Bentuk daun | Cocok untuk |
|---|---|---|---|---|
| D. arborescens | Ya, jelas | Batang lebih dari 60 cm | Pipih, tebal, di sepanjang batang | Yang ingin bentuk paling mirip pohon |
| D. angolensis (cylindrica) | Tidak | Daun sampai sekitar 2 m | Bulat seperti tombak | Sudut ruangan dengan jendela terang |
| D. stuckyi | Pendek, berkelompok | Sekitar 2 m | Tebal, tegak, bercorak pucat | Halaman atau pot besar |
| D. hanningtonii | Pendek, maks. 18 cm | Daun 0,5–1,5 m | Tersusun seperti kipas | Aksen taman berbentuk unik |
| D. trifasciata | Tidak | Daun umumnya 70–90 cm | Pipih, tegak, loreng | Pemula dan ruang dalam rumah |
Cara Membedakan Saat Membeli
Foto di toko online bisa menipu, apalagi kalau label jenisnya hanya tertulis lidah mertua pohon. Pakai tiga cek ini sebelum membayar:
- Tanyakan nama jenisnya. Minta nama latin, nama lama juga boleh. Penjual yang paham biasanya bisa menyebutkannya.
- Lihat pangkal tanaman. Kalau daun keluar langsung dari media, berarti tidak berbatang. Kalau daun tersusun naik di sepanjang sumbu tegak, berarti berbatang.
- Pastikan bukan kerabatnya. Karena lidah mertua kini satu marga dengan Dracaena, tanaman drasena berbatang seperti Dracaena fragrans bisa ikut muncul di hasil pencarian. Itu tanaman lain dengan kebutuhan berbeda.
Tanaman berdaun tegak lain juga sering tertukar. Daftarnya ada di artikel tanaman mirip lidah mertua.
Cara Merawat agar Tumbuh Tinggi dan Tidak Roboh
Perawatannya sama dengan lidah mertua lain. Bedanya, tanaman tinggi lebih berat di atas dan punya lebih banyak daun untuk dirawat.
Cahaya
Pilih tempat terang di dekat jendela. Lidah mertua tahan tempat redup, tetapi pertumbuhannya melambat. Untuk tanaman di luar ruangan, cahaya pagi lebih aman daripada terik siang yang bisa membuat daun terbakar.
Penyiraman
Tunggu sampai media kering sebelum menyiram lagi. Sebagai patokan, cylindrica cukup disiram sekitar dua minggu sekali saat sedang aktif tumbuh, lalu dijarangkan saat cuaca dingin atau musim hujan. Kelebihan air adalah penyebab busuk yang paling umum.
Media tanam
Gunakan media yang cepat kering, seperti campuran kaktus atau sukulen. Hindari media yang banyak mengandung gambut karena menahan air terlalu lama. Pot wajib punya lubang drainase.
Pot dan penopang
Naikkan ukuran pot hanya ketika akar sudah memenuhi pot. Pot yang terlalu besar justru menahan lebih banyak air dan menambah risiko akar busuk. Agar tanaman tinggi tidak terguling, pilih pot yang berat seperti terakota atau semen. Jika daun mulai rebah, ikat longgar ke ajir sambil memperbaiki cahayanya.
Pemupukan
Pupuk tidak wajib. Kalau ingin memberi pupuk, ikuti dosis di label kemasan dan jangan melebihkannya, karena pertumbuhan terlalu cepat tidak membuat tanaman lebih kokoh.
Bisakah Lidah Mertua Biasa Dibuat Seperti Pohon?
Tidak. Bentuk tanaman ditentukan oleh jenisnya. Lidah mertua biasa tidak membentuk batang berapa pun umurnya, sehingga perawatan terbaik hanya membuat daunnya lebih panjang dan rumpunnya lebih padat.
Kalau tampilan yang Anda cari adalah tanaman tinggi yang mengisi sudut ruangan, ada dua cara realistis:
- Pilih jenis yang memang tinggi. Ini cara tercepat, misalnya cylindrica yang sudah dewasa.
- Buat ilusi tinggi. Tempatkan pot di atas standing planter. Rumpun 80 cm di atas penyangga bisa tampak seperti tanaman jauh lebih besar.
Pertumbuhan lidah mertua lambat, jadi membeli tanaman yang sudah besar biasanya lebih masuk akal daripada menunggu tanaman kecil bertahun-tahun. Kalau ingin memperbanyaknya sendiri, ikuti langkah di cara menanam lidah mertua dari anakan dan stek daun. Pisah rimpang lebih aman untuk mempertahankan corak daun.
Masalah yang Sering Muncul pada Lidah Mertua Tinggi
| Gejala | Penyebab paling mungkin | Solusi |
|---|---|---|
| Daun rebah dan melengkung | Kurang cahaya | Pindahkan bertahap ke tempat lebih terang, lalu ikat longgar ke ajir |
| Pangkal daun lunak dan berbau | Busuk karena terlalu banyak air | Hentikan penyiraman, buang bagian busuk, ganti media kering |
| Pot sering terguling | Tanaman lebih berat dari pot | Ganti pot yang lebih berat atau tambahkan pot luar |
| Bercak cokelat kering di daun | Terbakar matahari siang | Geser ke tempat cahaya terang tanpa terik langsung |
| Pertumbuhan seperti berhenti | Tempat terlalu redup atau pot terlalu penuh | Tambah cahaya, cek akar, ganti pot satu ukuran lebih besar jika perlu |
Aman untuk Kucing, Anjing, dan Anak?
Tanaman ini perlu diletakkan jauh dari jangkauan hewan peliharaan. ASPCA mencatat lidah mertua beracun bagi anjing dan kucing karena mengandung saponin, dengan gejala mual, muntah, dan diare. Tingkat racunnya rendah, tetapi tetap jangan dimakan oleh manusia, termasuk anak-anak. Hewan yang menunjukkan gejala setelah menggigit daunnya sebaiknya dibawa ke dokter hewan.
Soal fungsi lain seperti pembersih udara, ada klaim yang terbukti dan ada yang berlebihan. Ulasannya ada di artikel manfaat lidah mertua.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah lidah mertua termasuk pohon?
Bukan. Lidah mertua adalah tanaman sukulen berimpang. Bahkan Dracaena arborescens yang dijuluki pohon tetap bukan pohon berkayu, hanya punya batang tegak yang menopang daun.
Berapa tinggi maksimal lidah mertua?
Tergantung jenisnya. Cylindrica dan D. stuckyi bisa mencapai sekitar 2 meter, sedangkan D. trifasciata umumnya berdaun 70–90 cm, walau dalam kondisi optimal bisa melewati 2 meter.
Apakah lidah mertua pohon bisa ditanam di dalam rumah?
Bisa, asalkan tempatnya terang dan potnya stabil. Sudut dekat jendela adalah posisi yang paling aman. Tempat gelap membuat tanaman tumbuh sangat lambat dan daunnya lebih mudah rebah.
Kenapa lidah mertua saya berbatang padahal jenis biasa?
Kemungkinan besar itu rimpang yang muncul di atas tanah, atau tanaman tersebut memang jenis lain. Rimpang D. trifasciata kadang berada di atas tanah, tetapi tidak tumbuh tegak seperti batang pohon. Cocokkan dengan tabel di atas untuk memastikan.
Kalau ingin tanaman yang benar-benar mirip pohon, cari Dracaena arborescens. Kalau yang Anda butuhkan hanya tanaman tinggi dan mudah dirawat, cylindrica dewasa biasanya sudah cukup, asalkan mendapat cahaya terang dan media yang cepat kering.
Baca juga seri Lidah Mertua (Sansevieria)
- Cara Merawat Lidah Mertua agar Subur, Tegak, dan Tidak Busuk (panduan utama)
- Manfaat Lidah Mertua: Mana yang Terbukti dan Mana yang Mitos
- Jenis Lidah Mertua Populer dan Cara Memilih yang Cocok untuk Rumah
- Tanaman Mirip Lidah Mertua: 10 Jenis dan Cara Membedakannya
- Cara Menanam Lidah Mertua dari Bibit, Anakan, dan Stek Daun
Disusun oleh Tim Pojok Hijau dan diperiksa silang dengan rujukan hortikultura tepercaya. Cara kami menulis ada di Pedoman Redaksi.