Foto: David E Mead (CC0) via Wikimedia Commons
Cara menanam lidah mertua paling mudah adalah memakai anakan atau bibit yang sudah berakar: tanam di pot berlubang dengan media porous, padatkan secukupnya, lalu tunggu sekitar seminggu sebelum siraman pertama. Kalau ingin memperbanyak dari tanaman yang sudah ada, Anda bisa memakai potongan rimpang atau stek daun, tapi hasilnya lebih lama terlihat.
Panduan ini membahas semua cara itu langkah demi langkah, termasuk menanam langsung di tanah taman, perkiraan waktu tumbuh, dan penyebab bibit atau stek gagal.
Ringkasan:
- Cara tercepat: tanam bibit polybag atau anakan yang sudah punya akar. Tanaman langsung tampak jadi.
- Stek daun paling murah, tapi tunas baru umumnya muncul setelah sekitar dua bulan, dan jenis bertepi kuning seperti Laurentii akan kehilangan coraknya.
- Semua bagian yang dipotong (anakan, rimpang, stek) diangin-anginkan dulu sampai lukanya kering sebelum ditanam.
- Media wajib cepat kering dan pot wajib berlubang. Tanaman baru jangan langsung disiram banyak.
- Di taman, pilih tanah yang tidak tergenang saat hujan dan tempat semi teduh.
Pilih Cara Menanam yang Paling Cocok
Ada empat cara yang umum dipakai. Pilihannya tergantung bahan yang Anda punya, kesabaran, dan jenis lidah mertuanya.
| Cara | Bahan | Kecepatan terlihat hasil | Corak tepi kuning tetap? | Cocok untuk |
|---|---|---|---|---|
| Bibit polybag / tanaman jadi | Beli di penjual tanaman | Langsung | Ya | Pemula yang ingin hasil instan |
| Pemisahan anakan | Rumpun induk yang sudah padat | Cepat, tanaman langsung berdaun | Ya | Yang sudah punya tanaman besar |
| Potongan rimpang | Rimpang (batang di bawah tanah), sebaiknya masih ada daunnya | Sedang, tunas baru butuh beberapa minggu | Ya | Jenis bercorak yang ingin diperbanyak |
| Stek daun (media atau air) | Satu helai daun sehat | Lambat, tunas sekitar 2 bulan | Tidak | Memperbanyak banyak bibit dengan murah |
Belum yakin jenis apa yang Anda punya? Cek dulu ciri-cirinya di artikel jenis lidah mertua populer, karena jenis menentukan cara perbanyakan yang tepat.
Persiapan: Alat, Pot, dan Media Tanam
Siapkan semuanya sebelum mulai, supaya akar atau potongan tidak terlalu lama terbuka di udara.
- Pot berlubang yang hanya sedikit lebih lebar dari gumpalan akar. Pot kebesaran menahan air terlalu lama.
- Media porous: misalnya 1 bagian tanah atau kompos, 1 bagian sekam bakar, dan 1 bagian bahan kasar seperti pasir malang, pumice, atau perlit. Media siap pakai untuk kaktus dan sukulen juga bisa.
- Pisau atau gunting tajam yang bersih. Lap dengan alkohol sebelum dan sesudah memotong.
- Sarung tangan. Getah lidah mertua bisa mengiritasi kulit yang sensitif.
- Kerikil atau pecahan genteng (opsional) untuk menahan media agar tidak ikut keluar dari lubang pot.
Tips memilih bibit lidah mertua yang sehat
- Daun keras, tegak, dan tidak berkerut. Tekan pangkal daun: harus padat, bukan lembek.
- Tidak ada bau busuk atau bercak cokelat basah di pangkal.
- Kalau memungkinkan, intip akar dari lubang polybag. Akar sehat berwarna putih sampai oranye muda.
- Untuk Laurentii, pastikan tepi kuningnya jelas. Bibit hasil stek daun dari Laurentii biasanya hijau polos.
Cara Menanam Bibit Lidah Mertua dari Polybag ke Pot
Ini cara paling aman untuk pemula. Bibit sudah punya akar, jadi Anda tinggal memindahkannya dengan benar.
- Biarkan media di polybag agak kering 1–2 hari, supaya gumpalan akar tidak hancur saat dikeluarkan.
- Isi dasar pot dengan media setinggi kira-kira sepertiga pot.
- Sobek atau gunting polybag, lalu keluarkan tanaman perlahan.
- Rontokkan sedikit media lama. Potong akar yang hitam, lembek, atau berbau.
- Letakkan tanaman di tengah pot. Pangkal daun harus sejajar dengan permukaan media, jangan terkubur lebih dalam dari posisi semula.
- Tambahkan media di sekelilingnya dan padatkan dengan jari sampai tanaman bisa berdiri tegak.
- Letakkan di tempat teduh yang terang. Tunggu sekitar seminggu sebelum siraman pertama agar akar yang luka sempat mengering.
Tanaman yang tinggi sering oleng setelah dipindah. Topang sementara dengan bilah bambu dan tali lunak sampai akarnya mencengkeram media, biasanya beberapa minggu.
Cara Menanam dari Anakan (Pemisahan Rumpun)
Lidah mertua yang sehat akan mengeluarkan tunas baru dari rimpang di sekitar induknya. Anakan ini bisa dipisah dan langsung menjadi tanaman baru. Waktu terbaik melakukannya adalah saat Anda memang mengganti pot induk.
- Keluarkan seluruh rumpun dari pot, lalu bersihkan media agar rimpang terlihat.
- Pilih anakan yang sudah punya beberapa helai daun dan akar sendiri. Anakan yang terlalu kecil lebih baik dibiarkan menempel dulu.
- Potong rimpang penghubung dengan pisau bersih. Usahakan setiap anakan membawa sebagian akar.
- Angin-anginkan di tempat teduh beberapa jam sampai satu hari, sampai luka potongan kering.
- Tanam di pot terpisah dengan media porous, padatkan secukupnya.
- Tunggu sekitar seminggu sebelum menyiram, lalu siram hanya saat media sudah kering.
Cara ini yang dianjurkan untuk jenis bertepi kuning. Menurut Iowa State University Extension, Laurentii dan jenis lain dengan tepi bercorak akan kehilangan coraknya bila diperbanyak lewat stek daun, sehingga pemisahan rumpun adalah pilihan yang tepat.
Cara Menanam dari Potongan Rimpang
Rimpang adalah batang yang menjalar di bawah permukaan media. Potongan rimpang bisa menumbuhkan tanaman baru, dan coraknya ikut sama dengan induk. Peluangnya lebih besar kalau potongan itu masih membawa satu atau dua helai daun.
- Saat membongkar rumpun, cari rimpang yang padat, berwarna terang, dan tidak busuk.
- Potong sepanjang beberapa sentimeter, idealnya dengan satu daun atau mata tunas.
- Angin-anginkan 1–2 hari sampai bekas potongannya kering.
- Tanam mendatar di media porous, sedikit terbenam, dengan daun (kalau ada) menghadap ke atas.
- Jaga media lembap tipis, jangan becek. Tunas baru biasanya butuh beberapa minggu sampai muncul.
Potongan rimpang tanpa daun sama sekali masih mungkin bertunas, tapi lebih lama dan lebih berisiko busuk. Untuk pemula, sertakan minimal satu daun.
Cara Menanam Lidah Mertua dari Stek Daun
Satu helai daun bisa menghasilkan beberapa bibit. Cara ini cocok untuk jenis hijau polos seperti trifasciata biasa atau Moonshine.
Stek daun di media tanam
- Pilih daun tua yang sehat dan keras. Potong dekat pangkal dengan pisau bersih.
- Potong daun menjadi beberapa bagian sepanjang kira-kira 7–10 cm.
- Tandai bagian bawah tiap potongan (yang dulu lebih dekat ke pangkal). Trik mudah: buat potongan miring atau takik kecil di ujung atas. Stek yang ditanam terbalik tidak akan berakar.
- Diamkan potongan 1–2 hari sampai lukanya kering.
- Tancapkan ujung bawah sedalam 2,5–5 cm ke media lembap yang porous, misalnya pasir dicampur sekam bakar atau perlit. Hormon perangsang akar boleh dipakai, ikuti petunjuk di label kemasan.
- Letakkan di tempat terang tidak langsung. Jaga media lembap tipis.
- Bersabar. Panduan Iowa State University Extension menyebut tunas baru biasanya muncul di pangkal stek setelah sekitar dua bulan.
Stek daun di air
- Siapkan potongan daun seperti langkah di atas, dan keringkan lukanya 1–2 hari.
- Masukkan ke gelas atau toples berisi air bersih. Cukup bagian bawah yang terendam, sekitar seperempat panjang potongan.
- Ganti air beberapa hari sekali, atau lebih cepat kalau mulai keruh.
- Setelah akar tumbuh sekitar 5 cm, pindahkan ke media tanam porous. Siram ringan dan jaga lembap tipis selama minggu-minggu pertama, karena akar yang tumbuh di air perlu menyesuaikan diri.
Kelebihan metode air: Anda bisa melihat akar tumbuh dan langsung tahu kalau ada potongan yang mulai busuk. Kekurangannya: perlu satu tahap tambahan saat pindah ke media.
Menanam Lidah Mertua Langsung di Tanah Taman
Di iklim tropis Indonesia, lidah mertua tumbuh baik di halaman, misalnya sebagai pembatas jalan setapak atau pengisi sudut taman. Kuncinya tetap sama: air tidak boleh menggenang.
- Pilih lokasi semi teduh. NC State Extension menyarankan tempat yang kena sinar matahari langsung sebagian hari saja, sekitar 2–6 jam. Tanaman yang tadinya di dalam rumah perlu adaptasi bertahap agar daunnya tidak gosong.
- Cek drainase. Hindari bagian taman yang tergenang setelah hujan. Tanah liat yang padat perlu dicampur pasir kasar, sekam bakar, atau kompos, atau buat bedengan yang lebih tinggi dari tanah sekitar.
- Gali lubang sedikit lebih lebar dari gumpalan akar, tanam setinggi posisi semula, lalu padatkan tanah di sekelilingnya.
- Atur jarak. Rimpang akan menjalar dan memunculkan anakan. Beri ruang di antara rumpun, dan pasang pembatas kalau tidak ingin tanaman menyebar ke bedeng lain.
- Musim hujan: tanaman di tanah biasanya tidak perlu disiram. Saat kemarau panjang, siram ketika tanah sudah kering.
Perawatan Minggu-Minggu Pertama Setelah Tanam
Masa paling rawan adalah beberapa minggu awal, saat akar belum mencengkeram media. Gunakan jadwal ini sebagai patokan kasar. Waktu sebenarnya tergantung suhu, cahaya, dan jenis tanaman.
| Waktu | Bibit / anakan / rimpang | Stek daun |
|---|---|---|
| Hari tanam | Jangan disiram. Taruh di tempat teduh yang terang. | Media sudah lembap tipis sejak awal. |
| Minggu ke-1 | Siraman pertama di akhir minggu, secukupnya. | Cek media, jaga lembap tipis. Buang stek yang lembek. |
| Minggu ke-2 sampai ke-6 | Siram hanya saat media kering. Tanaman mulai kokoh. | Akar mulai terbentuk. Jangan ditarik-tarik untuk dicek. |
| Sekitar bulan ke-2 | Mulai pupuk ringan kalau ada tunas baru. | Tunas kecil mulai muncul di pangkal stek. |
| Bulan ke-3 dan seterusnya | Rawat seperti tanaman dewasa. | Setelah tunas punya beberapa daun, pindahkan ke pot sendiri. |
Setelah tanaman tumbuh mantap, ikuti rutinitas di panduan lengkap cara merawat lidah mertua, mulai dari jadwal siram, cahaya, pupuk, sampai kapan harus ganti pot.
Kenapa Bibit atau Stek Lidah Mertua Gagal Tumbuh?
| Gejala | Kemungkinan penyebab | Solusi |
|---|---|---|
| Pangkal stek menghitam dan lembek | Media terlalu basah, luka belum kering saat ditanam | Potong bagian busuk sampai jaringan sehat, keringkan 1–2 hari, tanam ulang di media lebih kering. |
| Stek tidak berakar berbulan-bulan | Ditanam terbalik, tempat terlalu gelap | Cek arah potongan. Pindahkan ke tempat lebih terang tidak langsung. |
| Air rendaman keruh dan berbau | Air jarang diganti, terlalu banyak daun terendam | Cuci potongan, buang bagian lembek, ganti air dan kurangi bagian yang terendam. |
| Bibit baru layu dan miring setelah pindah pot | Akar rusak saat dipindah atau langsung disiram banyak | Tahan siraman, topang dengan bilah bambu, beri waktu beberapa minggu. |
| Tunas hasil stek Laurentii hijau polos | Corak tepi kuning tidak menurun lewat stek daun | Normal. Pakai pemisahan anakan atau rimpang kalau ingin corak sama. |
| Daun bibit berkerut dan tipis | Terlalu lama dibiarkan kering setelah akar terbentuk | Siram sampai tuntas, lalu ulangi saat media kering. |
Kesalahan Umum Saat Menanam Lidah Mertua
- Langsung menyiram banyak setelah tanam. Akar yang luka mudah busuk di media basah.
- Menanam terlalu dalam. Pangkal daun yang terkubur lebih cepat membusuk.
- Memakai tanah kebun murni. Tanah yang padat saat basah membuat akar sulit bernapas.
- Memakai pot kebesaran untuk bibit kecil. Media berlebih lama kering dan mengundang busuk.
- Mengecek stek dengan mencabutnya tiap minggu. Akar muda yang baru tumbuh bisa putus.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa lama stek daun lidah mertua tumbuh?
Akar biasanya mulai terbentuk dalam beberapa minggu, sedangkan tunas baru umumnya terlihat setelah sekitar dua bulan. Suhu hangat dan cahaya terang tidak langsung membuat prosesnya lebih cepat. Di tempat redup, waktunya bisa jauh lebih lama.
Apakah lidah mertua bisa ditanam tanpa akar?
Bisa, lewat stek daun atau potongan rimpang. Bagian itu akan menumbuhkan akar sendiri asalkan lukanya dikeringkan dulu dan medianya tidak becek. Bibit atau anakan yang sudah berakar tetap jauh lebih cepat jadi.
Kapan waktu terbaik menanam lidah mertua?
Di Indonesia, lidah mertua bisa ditanam kapan saja. Untuk tanaman di luar ruangan, hindari menanam tepat saat hujan deras terus-menerus karena media sulit kering. Untuk pot di dalam rumah, musim tidak terlalu berpengaruh.
Satu pot bisa diisi berapa bibit lidah mertua?
Untuk pot kecil, satu bibit atau satu rumpun kecil sudah cukup. Pot lebar bisa diisi 2–3 bibit agar cepat tampak rimbun, dengan sedikit jarak di antaranya. Ingat, rimpang akan terus menghasilkan anakan, jadi pot akan penuh dengan sendirinya.
Apakah lidah mertua bisa tumbuh dari biji?
Secara alami bisa, tapi jarang dilakukan. Tanaman di dalam rumah jarang berbunga dan berbuah, dan biji butuh waktu lama untuk menjadi tanaman berukuran layak. Anakan dan stek jauh lebih praktis.
Menanam lidah mertua hampir selalu berhasil kalau Anda menjaga dua hal: luka potongan dikeringkan dulu, dan media tidak dibiarkan becek. Pilih anakan atau bibit jadi untuk hasil cepat, stek daun untuk hemat, dan potongan rimpang untuk menjaga corak. Setelah tanaman baru tumbuh, Anda juga bisa membaca manfaat lidah mertua yang terbukti untuk menentukan di ruangan mana ia paling pas ditaruh.
Baca juga seri Lidah Mertua (Sansevieria)
Disusun oleh Tim Pojok Hijau dan diperiksa silang dengan rujukan hortikultura tepercaya. Cara kami menulis ada di Pedoman Redaksi.