RI Protes Label ‘Bebas Minyak Sawit’ di Eropa

DELEGASI Indonesia di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) kembali meminta Uni Eropa (UE) untuk secara sukarela menghentian pemberian label ‘Bebas Minyak Sawit’ (Palm Oil Free) pada aneka produk konsumen. Indonesia memandang pencantuman label tersebut merupakan tindakan diskriminasi terhadap kelapa sawit dan hanya menguntungkan satu pihak saja.

Delegasi Indonesia di WTO yang dipimpin Wakil Tetap (Duta Besar) RI untuk Kantor PBB, WTO dan organisasi lainnya, Hasan Kleib menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan Komite Hambatan Teknis Perdagangan Barang (TBT) di Jenewa Swiss, 14-15 November 2018.

“Indonesia kembali meminta agar anggota UE dan perusahaan yang berada di wilayahnya berhenti mempraktikan pelabelan ‘Bebas Minyak Sawit’ secara sukarela,” ungkap Hasan dalam siaran persnya.

Selama ini pelabelan ‘Bebas Minyak Sawit’ pada produk-produk konsumsi aktif dilakukan oleh perusahaan swasta di Uni Eropa secara sukarela yang menciptakan kampanye negatif terhadap minyak kelapa sawit. “Hal ini dirasa tidak  adil karena mendiskriminasi produk impor dari produk domestik, suatu kondisi yang dilarang oleh perjanjian WTO,” kata Hasan.

Apalagi, menurut Hasan, argumentasi UE terkait dengan penerapan kebijakan pelabelan sukarela tersebut bersifat ambigu dan cenderung misleading. “Pasalnya argumentasi mereka tidak menyertakan bukti ilmiah yang konkret akan adanya dampak negatif terhadap kesehatan dari penggunaan atau konsumsi minyak sawit,” ungkap Hasan. *** (bpdp.or.id)

Tinggalkan Balasan