PLN dan Freeport Siap Gunakan Biodiesel 20

Rencana Pemerintah RI dalam merevisi Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2015 terkait penghimpunan dan penggunaan dana perkebunan kelapa sawit terus digulirkan. Dalam revisi ini, pemerintah ingin memperluas pemberian insentif penggunaan campuran bahan bakar solar nabati atau biodiesel 20 persen (B20) dari sektor Public Service Obligation (PSO) ke non-PSO.

Rencananya, perluasan B20 ini segera diterapkan melalui Perpres yang baru pada Agustus 2018.  Direktur Pengadaan Korporat PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Syofvi Felienty Roekman mengatakan jika pihak sudah siap menggunakan bahan bakar B20 pada sektor pembangkit listrik. “Semua sudah harus pakai. Ya nanti kita siapkan pembangkit yang bisa dipakai untuk B20,” kata Syofvi saat ditemui di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (30/7/2018).

Tak hanya PLN, perusahaan tambang terbesar di Indonesia, Freeport juga mengungkapkan hal sama. Executive Vice President Director PT Freeport Indonesia, Tony Wenas juga mengaku siap apabila kendaraan dan alat berat yang beroperasi di Tambang Grasberg menggunakan Biodiesel 20. “Kita sudah coba pakai. Lagi kita terus uji coba,” kata Tonny.

Titik Beku Biodiesel 20

Tonny menyatakan, selama ini Freeport sudah lama menggunakan bahan bakar minyak jenis biodisel. Hanya saja, Biodiesel 20 masih menjadi pertimbangan pihaknya. Pasalnya, beberapa alat berat dan kendaraan yang berada di ketinggian tidak menggunakan B20. “Kan ketinggian 4.000 meter kan beda ya. Kadar kebekuannya beda. Kita kerja di ketinggian 4.000 meter,” imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa penerapan Biodiesel 20 sudah harus segera dilakukan, untuk menekan kebutuhan impor dan peningkatan harga kelapa sawit. Dia menargetkan, revisi Perpres mengenai penerapan B20 akan keluar pada awal Agustus.

“Semua Non PSO juga kena diterapkan B20. Ini kan sudah hasil rapat ratas kemarin. Perpresnya itu sedang disiapkan jadi mudah-mudahan Agustus sudah bisa,” kata Airlangga saat ditemui di Kantor Kementerian Bidang Perekonomian.

, ,

Tinggalkan Balasan