BPDPKS Promosi Sawit Berkelanjutan di Ajang ASAFF 2020

JAKARTA—Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menilai promosi dan edukasi mengenai sawit berkelanjutan perlu terus dilakukan untuk mengimbangi kampanye negatif yang kerap diterima kalangan milenial. Untuk itu, BPDPKS memanfaatkan ajang the 2nd Asian Agriculture & Food Forum 2020 (ASAFF) sebagai sarana untuk menyampaikan promosi dan edukasi.

“Tugas BPDPKS salah satunya memberikan advokasi dan promosi. Kita di sini memberikan pengetahuan bahwa sawit kita adalah sawit sehat, sawit baik, dan sawit yang berkesinambungan dengan pembangunan yang berkelanjutan yang tentunya akan berkesinambungan dengan ekonomi dalam negeri,” jelas Direktur Penghimpunan Dana BPDPKS Sunari di ajang ASSAF 2020 di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (13/3/2020).

Sunari menyampaikan, kalangan milenial kerap mendapat informasi yang tidak akurat mengenai sawit. Sehingga Sunari menilai acara yang mempertemukan milenial dengan narasumber dunia kelapa sawit bisa meluruskan informasi yang salah tersebut. “Untuk para milenial, kita lakukan upaya-upaya kampanye atau promosi dan advokasi yang sesuai dengannya,” tegasnya.

Menurutnya, BPDPKS selama ini juga aktif menggelar kegiatan peningkatan kapasitas kalangan muda di sektor sawit. Antara lain melalui program beasiswa bagi mahasiswa untuk mengikuti pendidikan di sejumlah lembaga pendidikan. “Diharapkan mereka kembali ke daerah masing-masing sebagai enterpreneur maupun tenaga pendamping di bidang kelapa sawit,” tandas Sunari.

Hadir juga dalam sesi Millenial Agribusiness Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Mukti Sardjono. ASAFF merupakan forum pertemuan stakeholders pertanian untuk membahas isu-isu strategis pertanian di kawasan Asia dan membangun kerjasama Government to Government (G2G) dan Business to Business (B2B) dalam kebijakan pertanian, budidaya pertanian, teknologi pertanian, dan bisnis sektor pertanian, dalam arti luas pertanian, perikanan, peternakan.

Forum pertanian Asia ini sekaligus membahas sinergi dan kolaborasi negara-negara Asia dalam membangun kemandirian pertanian dan kedaulatan pangan. ***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *