Mobil Biodiesel Jadi Salah Satu Target Indonesia pada Tahun 2035

Sesuai peta jalan pengembangan industri otomotif nasional, pada 2020 Indonesia diharapkan dapat memperoduksi mobil 150 ribu mobil. Mobil yang diproduksi di dalam negeri ini adalah golongan kendaraan beremisi karbon rendah atau low carbon emission vehicle (LCEV). Kemudian pada tahun 2035, produksi mobil dibidik naik mencapai empat  juta unit mobil. Produksi tersebut terutama mobil biodiesel.

Yang menarik, dalam memproduksi mobil ini pemerintah juga menekankan mobil dengan bahan bakar biodiesel, biofuel dan bio ethanol. Hal ini diharapkan dapat mengatrol produksi biodiesel atau biofuel nasional. Selain itu juga mengurangi ketergantungan BBM dari bahan fosil.

“Kami juga menetapkan kebijakan untuk lokalisasi komponen utama kendaraan listrik seperti baterai, inverter, motor listrik dan peralatan pengisian daya. Selain itu, kami mempromosikan pemakaian atau penggunaan renewable energy seperti biofuel. Selain itu, mobil biodiesel, dan mobil bio ethanol,” ujar Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), I Gusti Putu Suryawirawan.

Diharapkan produksi mobil yang ramah lingkungan dengan bahan bakar yang ramah lingkungan dan dapat diperbarui itu, tak hanya menghemat devisi, tapi juga menjadi sumber devisi baru. Indonesia sendiri diharapkan sudah mampu membuat Biodiesel 100 pada tahun-tahun tersebut.

Produksi Mobil Biodiesel

Guna mendorong inovasi tersebut Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan berbagai kemudahan. Misalnya dalam bentuk pajak. Produk mobil biodiesel (mobil dengan bahan bakar biofuel) ini menjadi satu dari lima industri yang akan menjadi pionir dalam penerapan revolusi industri generasi keempat sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Bentuk dukungan kebijakannya, antara lain pemberian insentif berupa tax holiday dan tax allowance untuk investasi baru atau perluasan dalam rangka menarik investasi dan membina industri nasional,” ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (11/8/2018).

Di samping itu, akan dikeluarkan pengurangan pajak penghasilan di atas 100 persen atau super deductible tax untuk perusahaan yang melakukan kegiatan R and D dan pendidikan vokasi.

, ,

Tinggalkan Balasan