Menperin Airlangga Hartarto Dorong Perkembangan Mobil Hybrid Biodiesel

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto terus mendorong industri otomotif berkembang, khususnya mobil hybrid. Namun tidak hanya memberikan efek positif buat neraca perdagangan tapi juga efek yang lebih luas, khususnya lingkungan dan energi. Untuk itu Kementerian Perindustrian mengharapkan terciptanya mobil “plug in hybrid electric vehicle” (PHEV) yang menggunakan bahan bakar biodiesel 20 (B20).

“Potensi itu bisa, kalau perlu plug in pakai biofuel,  karena lebih hemat lagi energi fosilnya, digantikan dengan bio,” ujar Dirjen Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronik Kemenperin, Harjanto di Tangerang, Banten, Kamis (9/8/2018). Menurut Harjanto, mobil hybrid (PHEV) bisa dikombinasikan dengan mesin berbahan bakar biosolar, sehingga bisa lebih efisien. Karena, dengan menggunakan B20, efisiensinya mencapai 85 persen jika dibandingkan dengan bahan bakar fosil. “Kalau B20 itu berdasarkan penelitian Institut Teknologi Bandung (ITB) 1 liter bisa digunakan untuk menempuh jarak 60 kilometer,” ungkap Harjanto.

Harjanto terus mendorong pabrikan otomotif untuk membuat kendaraan dengan teknologi tersebut, mengingat terdapat banyak industri komponen otomotif di dalam negeri. Saat ini  industri otomotif menyatakan kesiapannya dalam memperluas penggunaan Biodiesel 20, atau kerap disebut B20, untuk seluruh kendaraan bermesin diesel di Indonesia.

Mobil Hybrid Biodiesel

Penggunaan B20 merupakan upaya subtitusi impor bahan bakar paling cepat. Pengunaannya akan menghemat devisa 21 juta dolar AS per hari atau 5,9 miliar dolar AS dalam setahun.  Sebelumnya, B20 dalam konsumsi solar hanya diwajibkan kepada kendaraan bersubsidi atau public service obligation (PSO) seperti kereta api. Nantinya, B20 wajib digunakan pada kendaraan non-PSO. Misalnya alat-alat berat di sektor pertambangan, traktor atau ekskavator, termasuk juga diperluas ke kendaraan-kendaraan pribadi.

Saat ini pemerintah tengah merevisi Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2015 tentang Penghimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit, yang disebut tinggal menunggu teken dari Presiden Joko Widodo.

, ,

Tinggalkan Balasan