Malaysia Terapkan Biodiesel 10 pada Februari 2019

Pemerintah Malaysia  akan menerapkan program Biodiesel 10 (10 persen biodiesel minyak sawit dan 90 persen fosil diesel) di sektor transportasi. BBM itu akan digunakan oleh semua jenis kendaraan diesel mulai 1 Februari tahun depan di Malaysia. Hal ini ditekankan oleh Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad mengatakan.

Mahathir mengatakan biodiesel 10 persen dari biodiesel minyak sawit Malaysia untuk kendaraan seperti empat roda, truk dan bus yang akan mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 1,6 juta ton setara karbon dioksida per tahun.

Program Biodiesel 10, kata Mahathir, akan berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dioksida sebesar 10 persen dari total kendaraan diesel di negara ini tahun ini. “Kualitas udara terutama di daerah perkotaan juga akan meningkat melalui penggunaan biodiesel dengan mengurangi emisi debu dan asap hitam ke udara,” ucapnya.

“Pelaksanaan Program Biodiesel 10 (B10) sekarang karena harga biodiesel dari minyak sawit lebih rendah dari minyak solar,” katanya, usai meluncurkan Program Biodiesel 10 di Sektor Transportasi di Dataran Putra di sini hari ini.

“Saya yakin program Biodiesel 10 untuk sektor transportasi akan berjalan lancar dan akan meningkatkan permintaan minyak sawit di negara itu dari Desember 2018,” katanya. Selain Mahathir juga mendesak produsen peralatan asli dan produsen mobil (OEM) untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam memastikan pelaksanaan Program Biodiesel 10 termasuk program biodiesel di masa depan.

“Malaysia perlu meningkatkan tingkat pengembalian yang lebih tinggi pada masa depan untuk memperkuat permintaan domestik untuk minyak sawit,” katanya.

Ia juga memberikan contoh Indonesia yang telah menerapkan program B20 (20 persen biodiesel minyak sawit dan 80 persen fosil diesel)  di sektor transportasi tanpa masalah sejak tahun 2016. Mahathir berharap semua pihak akan siap untuk meningkatkan laju pencampuran ke B20 pada tahun 2020.

“Penggunaan biodiesel sawit akan memiliki dampak positif pada industri kelapa sawit melalui pengurangan stok minyak sawit dan semakin menstabilkan harga minyak sawit. Melalui upaya ini, 650.000 petani kecil akan terus menikmati harga minyak sawit yang lebih stabil dan meningkatkan pendapatan, “katanya.

Program Biodiesel Malaysia menurut Mahathir juga akan membantu negara itu mencapai tujuan mobilitas karbon rendahnya sebagaimana dituangkan dalam Rencana Setengah Tahun dari Rencana Kesebelas Malaysia (11MP).

Mahathir juga menginginkan program biodiesel dipertimbangkan secara serius dalam Kebijakan Otomotif Nasional (NAP) yang sedang disusun oleh Kementerian Perdagangan dan Industri Internasional (MITI).  “Kami harus memastikan bahwa di masa depan, hanya kendaraan diesel yang dapat menerima biodiesel lebih dari 10 persen yang dijual di Malaysia,” katanya.

Perdana Menteri Malaysia ini mengatakan bahwa industri sawit Malaysia juga harus berani mengeksplorasi pasar baru dan membuktikan bahwa kualitas minyak sawit di Malaysia termasuk yang terbaik di dunia. Sementara itu,  Mahathir menekankan bahwa pemerintah akan terus menangkis semua tuduhan yang dilemparkan pada kelapa sawit sebagai sumber penghancuran hutan dan keanekaragaman hayati melalui cara apa pun yang bisa dibuat.

Untuk mengatasi tuduhan tersebut, perdana menteri mengatakan bahwa pemerintah telah mengambil inisiatif untuk menciptakan skema sertifikasi berkelanjutan seperti Malaysian Sustainable Palm Oil (MSPO) tetapi negara pengimpor terus memberhentikan dengan berbagai pembatasan pada minyak sawit.

“Saya ingin menekankan bahwa pemerintah akan terus melestarikan lingkungan di mana saat ini tutupan hutan di Malaysia mencakup sekitar 55,3 persen dari total negara. Ini melebihi komitmen pemerintah dengan berjanji pada KTT Bumi di Rio pada tahun 1992 untuk memastikan bahwa setidaknya 50 persen dari tanah Malaysia ditutupi oleh hutan,” katanya.

Sebelumnya, Dr Mahathir telah mengendarai mobil bertenaga diesel, model Peugeot 508 yang menggunakan biodiesel 10 dari kantornya di Perdana Putra ke lokasi peluncuran.

Pada acara yang sama, Perdana Menteri juga secara resmi meluncurkan distribusi biodiesel di seluruh negara secara simbolis dengan pembebasan lima lori dari Petronas, Shell, Petron, BH Petrol dan Caltex.

,

Tinggalkan Balasan