Luhut Panjaitan: Sawit Bantu Indonesia Pembangunan Berkelanjutan

Industri dan perkebunan kelapa sawit telah membantu Indonesia meraih Target Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) 2030.  Menurut Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan selama ini kelapa sawit sukses mengangkat isu-isu kemiskinan di berbagai pelosok Tanah Air. Kelapa sawit terbukti telah berpartisipasi mengentaskan kemiskinan para petani, sehingga berpenghasilan lebih baik.

“Kelapa sawit ini menyangkut masalah ‘no poverty’, SDGs nomor satu, jadi ya mereka harus sadar bahwa dampaknya itu terhadap kemiskinan jadi akan besar kalau sampai itu di-banned atau di-passing out dari Eropa,” kata Menko Kemaritiman  Luhut Binsar Pandjaitan dalam sebuah seminar di Jakarta, Senin (20/8/2018).

Luhut menyebut jika PBB berpihak pada Indonesia tentang kelapa sawit. Pasalnya produk ini meningkatkan perekonomian petani kecil d berbagai daerah di Indonesia, khususnya di luar Pulau Jawa. Di sela-sela seminar itu, Luhut sempat bertanya kepada Sekretaris Eksekutif Fasilitas Pembiayaan Pertanahan Tropis (TLFF) UN Environment Satya Tripathi tentang komitmen dukungan PBB untuk pemberdayaan petani sawit.

Standar Ganda Eropa

“Ya, mereka akan bantu, seperti dari Pak Satya, merasa Indonesia benar, ‘kan ini negara-negara berkembang umumnya. Jangan dong ada ‘double standard‘, jadi mereka banyak yang dukung,” kata Luhut.

Menurut Luhut Panjaitan, seperti juga yang dirasakan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS),  TLFF telah berkomitmen melaksanakan program bernilai beberapa ratus juta dolar AS, dan salah satunya tengah berlangsung di Jambi.

“Ya, dari ‘planting’ mereka punya program itu dan saya lihat sudah ada berapa ratus juta yang sudah mulai, saya belum tahu berapa jumlah pastinya, tapi sudah mulai mereka kasih program di Jambi,” kata dia.

, ,

Tinggalkan Balasan