Indonesia Harus Kembangkan Mobil Listrik dan Biomassa

Prancis dan Inggris sudah menyatakan rencananya untuk melarang penjualan mobil nonlistrik di negaranya mulai tahun 2040.  Bahkan Cina sudah bertekad menjadi yang terdepan di dunia dalam mengembangkan mobil listrik.

Indonesia yang ingin menjadi salah satu pemain bisnis otomotif global juga selayaknya memikirkan hal itu. Presiden RI Joko Widodo pun melihat mobil listrik ini sebagai sebuah peluang yang harus bisa dimanfaatkan.

“Tren yang sudah dimulai di negara-negara maju, masuk ke negara tetangga. Hanya tinggal menunggu waktu untuk sampai ke Indonesia,” kata Presiden Jokowi. Hal itu diungkapkan Presiden saat membuka pameran GIIAS 2018 di ICE BSD Tangerang, Banten (2/8/2018).

Pada pembukaan GIIAS 2018 tersebut, Jokowi tak lupa mengingatkan para pelaku industri otomotif untuk bekerja keras dan terus berinovasi.  Jokowi berpendapat saat ini Indonesia masih membutuhkan inovasi berupa implementasi biodiesel 20 atau B20 dengan menghadirkan lebih banyak kendaraan yang ramah lingkungan.

Mobil Listrik dan Biomassa

Brasil tahun 1970 sudah bisa menerapkan kendaraan berbahan bakar 100 persen bioethanol dari produk lokal gula tebu.  “Masa kita punya produksi sawit jutaan ton tidak bisa? Dengan implementasi B20, penghematan devisa kita hampir USD6 miliar dan harga minyak sawit Indonesia juga akan terangkat hingga USD100 per ton,” tutur Jokowi.

Sementara untuk mobil listrik, Indonesia bisa berharap banyak pada pembangkit listrik tenaga biomassa yang sudah banyak dikembangkan di sejumlah tempat.

, ,

Tinggalkan Balasan