APROBI Dukung Pelaksanaan Mandatori Biodiesel Jokowi

Ketua Harian Aprobi (Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia), Paulus Tjakrawan menyatakan pihaknya mendukung arahan Presiden Joko Widodo. Sebelumnya Jokowi menginginkan agar ke mandatori biodiesel 30 segera dilaksanakan. Peningkatan energi  ini dalam rangka mengatasi tekanan ekonomi global.

“Kami mendukung arahan Presiden Joko Widodo dan Menperin untuk lebih menggunakan energi alternatif ini. Hal ini guna mengurangi impor bahan bakar juga penghematan devisa kita,” ujarnya. Bahkan jika program itu diberlakukan, maka ada ada penghematan puluhan triliun yang bisa dilakukan oleh pemerintah. Paling tidak, akan membuat Indonesia mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Paulus berharap penggunaan biodiesel jenis B20 bisa cepat diperluas di dunia industri yang ada di berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, jika hal itu bisa dilaksanakan dengan baik maka akan signifikan mengurangi konsumsi bahan bakar fosil, yang sekitar setengahnya adalah impor.

Standar Biodiesel

“Terkait kesiapan teknologi, saat ini semua pemangku kepentingan sedang menyiapkan program B30. Termasuk kesiapan teknisnya seperti standar Biodiesel yang lebih baik, uji laboratorium, dan uji jalan,” katanya.

Presiden dalam rapat terbatas di Istana Bogor, Senin (9/7/2018) menyatakan program ini harus dipercepat. Saat ini, program mandatori biodiesel baru menerapkan campuran biofuel sawit 20% (B20) untuk public service obligation (PSO). Dengan percepatan ini, B20 akan diterapkan sepenuhnya pada non-PSO dan jika dimungkinkan ditingkatkan menjadi B30.

Produksi kelapa sawit nasional yang terus meningkat tentu bisa dimanfaatkan untuk baruan energi tersebut. Apalagi untuk kepentingan masa depan mengingat,  UNI Eropa berniat melarang penggunaal biofuel berbasis sawit pada 2030. Keputusan tersebut tertuang dalam revisi Arahan Energi Terbarukan Uni Eropa (RED II).

, , , ,

Tinggalkan Balasan